Yen Jepang bergerak di kisaran 157,4 per dolar pada hari Selasa, setelah melemah hampir 1% pada sesi sebelumnya, tertekan oleh kenaikan biaya energi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah dan ketergantungan besar Jepang pada impor energi. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kembali bahwa intervensi di pasar valuta asing tetap menjadi opsi untuk mendukung yen, dengan menyatakan bahwa otoritas “mengamati penurunan ini dengan rasa urgensi yang tinggi” dan menjaga koordinasi yang erat dengan Amerika Serikat. Jepang terus bergulat dengan tantangan ganda berupa pertumbuhan ekonomi yang lesu dan inflasi yang persisten, yang mempersulit prospek kebijakan Bank of Japan. Wakil Gubernur Ryozo Himino menegaskan bahwa bank sentral berniat untuk terus menaikkan suku bunga, meski ia tidak memberikan jadwal yang jelas. Para investor kini menantikan pernyataan dari Gubernur Kazuo Ueda pada hari ini untuk mendapatkan sinyal kebijakan tambahan. Pekan lalu, pemerintah menominasikan dua akademisi reflasionis ke dewan kebijakan BOJ, sementara Perdana Menteri Sanae Takaichi diberitakan bersikap berhati-hati terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.