Kontrak berjangka minyak mentah Brent bergerak nyaris datar di kisaran USD 81,50 per barel pada hari Rabu, jeda setelah kenaikan selama tiga sesi, karena pelaku pasar menilai usulan AS untuk menyediakan pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa US International Development Finance Corporation akan memberikan asuransi bagi kapal-kapal untuk membantu menjaga kelancaran arus energi dan perdagangan, dengan perlindungan angkatan laut tersedia jika diperlukan. Inisiatif ini muncul setelah gangguan yang semakin meningkat menyusul penutupan salah satu jalur pelayaran utama.
Namun, ketidakpastian tetap tinggi ketika konflik memasuki hari kelima, dengan Israel melancarkan gelombang serangan luas terhadap lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, dan infrastruktur penting. Secara paralel, Irak, salah satu produsen minyak utama, mulai menghentikan sementara operasi di beberapa ladang terbesarnya, langkah yang dapat secara signifikan memangkas produksi nasional.
Dari sisi suplai, data dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik 5,6 juta barel pada pekan lalu, menyusul lonjakan sebesar 11,4 juta barel pada pekan sebelumnya dan jauh melampaui perkiraan kenaikan sebesar 2,19 juta barel.