Dolar Taiwan melemah menembus level 31,7 per dolar AS pada awal Maret, posisi terendah sejak Mei 2025, seiring meningkatnya tekanan pada mata uang tersebut akibat penjualan besar-besaran saham lokal oleh investor asing. Investor luar negeri mencatat arus keluar bersih saham sekitar NT$95 miliar pada hari Selasa—salah satu penarikan terbesar dalam satu hari dalam lebih dari setahun—yang semakin memperkuat sentimen penghindaran risiko di pasar saham maupun pasar valas. Pada saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven, sementara kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran tentang inflasi global dan arah kebijakan suku bunga ke depan, sehingga menekan mata uang Asia secara lebih luas. Kontrak forward jangka pendek USD/TWD diperdagangkan di atas 32, mengindikasikan bahwa pasar memperkirakan pelemahan lanjutan dolar Taiwan, dan volume perdagangan melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun karena investor bereaksi terhadap meningkatnya ketidakpastian.