Indeks SET 50 Thailand anjlok 8% ke sekitar 900 poin pada hari Rabu, menyentuh level terendah dalam empat minggu, seiring memuncaknya konflik di Timur Tengah yang memicu gelombang risk-off tajam di pasar Asia. Penurunan drastis ini memicu penghentian perdagangan selama 30 menit di Bursa Efek Thailand, sesuai aturan yang mensyaratkan suspensi tambahan jika kerugian melebar hingga 15%. Kekhawatiran investor meningkat terkait durasi dan dampak ekonomi dari perang Iran, terutama bagi Thailand, salah satu negara dengan ketergantungan impor energi tertinggi di kawasan, sementara potensi gangguan ruang udara mengancam sektor pariwisata yang sangat krusial bagi negara tersebut. Aksi jual ini praktis menghapus kenaikan hampir 14% yang terjadi setelah kemenangan telak Perdana Menteri Charnvirakul dalam pemilu bulan lalu. Kerugian semakin dalam akibat unwinding pada saham-saham terkait AI, dengan Delta Electronics merosot 12,7% dan menjadi salah satu penekan terbesar indeks. Penurun utama lainnya termasuk saham-saham blue chip seperti Gulf Development dan Airports of Thailand, yang masing-masing turun sekitar 10%.