Saham Hong Kong naik 433 poin, atau 1,7%, ke level 25.679 pada awal sesi perdagangan Kamis, memutus tren penurunan tiga hari seiring masuknya pemburu saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam 11 minggu. Sentimen membaik setelah Perdana Menteri Li Qiang berjanji untuk menjaga momentum ekonomi setelah China mencapai target pertumbuhan 2025, meskipun otoritas menetapkan target pertumbuhan 2026 yang sedikit lebih rendah di kisaran 4,5%–5%.
Dukungan fiskal juga tetap kuat. Pemerintah daerah diberi wewenang untuk menerbitkan obligasi tujuan khusus senilai CNY 4,4 triliun, sementara Beijing berencana menjual obligasi pemerintah ultra-jangka panjang senilai CNY 1,3 triliun, sejalan dengan kuota tahun lalu.
Kenaikan tersebut tertahan oleh penurunan tajam pada kontrak berjangka AS, karena investor menimbang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap rantai pasokan energi dan inflasi. Di dalam negeri, pertumbuhan penjualan ritel Hong Kong melambat ke level terendah dalam lima bulan, yakni 3,4% pada Januari, turun dari 5,1% sebelumnya.
Kenaikan terjadi secara luas, dipimpin oleh saham properti, keuangan, dan teknologi. Beberapa saham yang menonjol antara lain AIA Group (naik 4,4%), Minimax Group (4,0%), Innovent Biologics (3,9%), dan XPeng (3,5%).