Penjualan ritel di Singapura turun 0,4% secara tahunan pada Januari 2026, berbalik arah dari kenaikan yang direvisi turun menjadi 2,5% pada Desember dan menandai kinerja terlemah sejak Februari 2025. Penurunan ini terjadi secara luas, dengan toserba (-12,3% vs -3% pada Desember), SPBU (-9,7% vs -9,1%), pakaian jadi dan alas kaki (-12,9% vs -2,1%), serta kategori “lainnya” (-14,9% vs -10,2%) termasuk yang paling terdampak.
Penjualan juga mengalami kontraksi pada supermarket dan hypermarket (-9,7% vs +3,7% sebelumnya), minimarket dan toko serba ada (-2,7% vs +6,7%), serta kosmetik, perlengkapan mandi, dan barang medis (-0,4% vs +0,2%), yang seluruhnya membalikkan kenaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan penjualan peralatan komputer dan telekomunikasi melambat menjadi 14,1% dari 18,8%.
Namun, secara musiman disesuaikan (seasonally adjusted) dari bulan ke bulan, penjualan ritel naik 6,1% pada Januari, bangkit dari penurunan yang direvisi sebesar 2,7% pada Desember dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2022.