Kontrak berjangka gas alam Eropa naik menembus €52/MWh pada hari Kamis, mendekati level tertinggi dalam tiga tahun setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan memutus pasokan gas ke Eropa. Pengiriman gas Rusia ke benua tersebut sudah turun tajam dalam beberapa tahun terakhir, dan penurunan tambahan diperkirakan akan terjadi mulai April 2026 hingga akhir 2027 seiring berlakunya larangan impor gas Rusia oleh Uni Eropa. Hal ini meningkatkan risiko terhadap keseimbangan pasokan Eropa, terutama di tengah gangguan besar yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, dengan fasilitas LNG terbesar di dunia di Qatar yang masih menghentikan operasinya dan Selat Hormuz yang ditutup.
Kontrak berjangka sebelumnya turun lebih dari 8% pada hari Rabu setelah laporan bahwa Iran telah menghubungi AS untuk merundingkan penghentian konflik, meskipun Teheran kemudian membantah hal tersebut. Pada saat yang sama, Presiden Trump menyatakan bahwa AS akan memberikan asuransi dan mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, namun rincian rencana tersebut masih belum jelas. Perkembangan ini terjadi ketika tingkat penyimpanan gas UE sedang ketat, saat ini berada di bawah 30% dari kapasitas.