Indeks Nikkei 225 melemah 0,5% ke sekitar 55.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,4% ke 3.688 pada hari Jumat, sehingga keduanya berada di jalur untuk membukukan penurunan mingguan lebih dari 6% seiring konflik di Timur Tengah yang mengguncang pasar keuangan global. Serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketujuh, dan Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone di kawasan Teluk. Lonjakan tajam harga minyak, yang semakin memicu kekhawatiran inflasi, turut menekan pasar saham di seluruh dunia. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memperingatkan bahwa perang tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian Jepang. Saham teknologi kembali mendapat tekanan jual, dengan penurunan mencolok pada Kioxia Holdings (-2,3%), Fujikura (-3%), dan Lasertec (-1,7%). Saham-saham terkait pertahanan juga terkoreksi, termasuk Mitsubishi Heavy Industries (-0,5%) dan Kawasaki Heavy Industries (-2,2%).