Kontrak berjangka bijih besi naik mendekati CNY 770 per ton, tertinggi dalam satu bulan, setelah China memperbarui komitmennya untuk mendukung industri baja dengan mengurangi kapasitas produksi yang berlebih. Perencana ekonomi di National People’s Congress mengisyaratkan rencana pengurangan produksi baja secara bertahap dan teratur, sebuah strategi yang berpotensi mendorong kenaikan harga baja dan memperbaiki margin laba. Hal ini pada gilirannya dapat menopang permintaan terhadap bahan baku utama pembuatan baja seperti bijih besi.
Produsen baja China masih berada di bawah tekanan akibat kelebihan pasokan kronis yang diperburuk oleh keterpurukan berkepanjangan di sektor properti, sementara pilihan ekspor mereka semakin terbatas oleh meningkatnya langkah proteksionis di luar negeri. Pada saat yang sama, Beijing menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di kisaran 4,5% hingga 5%, sasaran terendah sejak awal 1990-an, seiring negara tersebut terus bergulat dengan tekanan deflasi dan kenaikan tarif AS.