Imbal hasil Bund Jerman bertenor 10 tahun bergerak di sekitar 2,85%, level tertingginya sejak 4 Februari, seiring investor menimbang risiko inflasi yang muncul dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Imbal hasil acuan ini berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 20 basis poin, kenaikan terbesar sejak Maret tahun lalu ketika Jerman mengumumkan rencana peningkatan besar dalam belanja fiskal.
Memuncaknya konflik kawasan telah meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah global, yang mendorong harga energi naik dan berisiko mempertahankan laju inflasi yang tinggi di seluruh Eropa. Hal ini pada gilirannya memperkuat ekspektasi bahwa European Central Bank dapat mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pada hari Kamis, beberapa pejabat European Central Bank memperingatkan bahwa perang berkepanjangan di Iran yang melibatkan lebih banyak negara dapat mendorong inflasi zona euro naik, sekaligus melemahkan pertumbuhan ekonomi. Pasar uang saat ini memperhitungkan kemungkinan 60% terjadinya kenaikan suku bunga European Central Bank pada Desember dan peluang 90% setidaknya satu kali kenaikan hingga Juni 2027.