Pound sterling melemah menuju $1,33, level terendah sejak 9 Desember, seiring investor menimbang dampak ekonomi dari konflik yang meningkat di Timur Tengah bersamaan dengan tekanan inflasi yang kian besar dan prospek sikap Bank of England yang lebih hawkish. Ketegangan regional meningkat setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mendorong pasukan Kurdi Iran di Irak untuk menargetkan Iran, bahwa Azerbaijan memperingatkan akan melakukan pembalasan setelah serangan rudal Iran, dan bahwa Kuwait mencegat rudal serta drone di wilayah udara negaranya. Lonjakan harga energi yang terjadi diperkirakan akan menjaga inflasi tetap tinggi di seluruh Eropa, sehingga mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Pasar uang Inggris kini memperkirakan probabilitas pemangkasan suku bunga bulan ini kurang dari 20%, turun dari lebih dari 80% sebelum konflik dimulai, sementara kontrak berjangka suku bunga Inggris mematok kemungkinan yang bahkan kurang dari 50% untuk satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026.