Kontrak berjangka gas alam AS naik menembus $3,05 per MMBtu pada hari Jumat, sehingga secara keseluruhan pasar menguat sekitar 7% sepanjang pekan, seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan gas kritis. Ketidakpastian terkait kapan operasional kompleks Ras Laffan milik QatarEnergy—pusat ekspor LNG terbesar di dunia—dapat dipulihkan sepenuhnya, semakin meningkatkan kekhawatiran akan potensi defisit pasokan, terutama dengan Selat Hormuz yang kini ditutup. Harga juga mendapat dukungan tambahan dari penarikan persediaan yang lebih besar dari perkiraan serta prakiraan cuaca yang lebih hangat, yang mengindikasikan permintaan minggu ini akan lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya. Pada saat yang sama, pemerintahan Trump menyatakan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mengimbangi kenaikan harga energi yang dipicu oleh gejolak yang berkelanjutan di kawasan tersebut.