FTSE 100 berbalik arah dari kenaikan sebelumnya dan ditutup lebih dari 0,6% lebih rendah pada hari Jumat, setelah sempat dibuka lebih dari 0,5% lebih tinggi. Koreksi tersebut terjadi seiring harga energi kembali melanjutkan reli di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang kini memasuki hari ketujuh, sementara ketidakpastian terkait Iran menambah ketegangan di pasar. Kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak mentah dan gas alam dapat memicu kembali gelombang inflasi global menekan pasar saham.
Saham keuangan berbalik melemah, dengan HSBC Holdings turun lebih dari 1% dan Barclays melemah 0,8%. Di sektor farmasi, AstraZeneca tergelincir hampir 1%, sementara GSK turun 1,5%. Saham consumer staples juga melemah, dengan Unilever turun 1,3% dan BAT merosot 2,3%. Saham pertambangan ikut tertekan, termasuk Glencore yang turun 3,2% dan Anglo American yang turun 3,6%.
Sebaliknya, perusahaan energi besar diuntungkan oleh kenaikan harga minyak: Shell menguat 0,6% dan BP naik 1,1%.
Secara mingguan, FTSE 100 turun lebih dari 5%, kinerja mingguan terburuk sejak gejolak pasar yang dipicu oleh sengketa tarif global pada April lalu. Penurunan ini mengakhiri rangkaian lima pekan kenaikan berturut-turut, di mana indeks tersebut berulang kali mencetak rekor tertinggi.