Harga perak memangkas sebagian besar kerugian awalnya pada hari Senin, dan akhirnya ditutup sedikit lebih rendah di $83,9 per ounce seiring pasar menimbang eskalasi konflik dengan Iran dan dampak ekonominya yang lebih luas. Reli tajam di pasar energi mendorong harga minyak menembus di atas $100 per barel, meningkatkan kekhawatiran akan percepatan inflasi dan menguatkan ekspektasi bahwa bank sentral—terutama Federal Reserve—akan menerapkan kebijakan yang lebih hawkish untuk menahan tekanan harga. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi semakin menjadi hambatan bagi logam mulia, sementara permintaan aset safe haven hanya memberi dukungan yang terbatas. Sejak awal konflik dengan Iran, harga perak telah turun sekitar 10%. Logam ini juga menghadapi tekanan tambahan dari kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan global dan mengurangi aktivitas industri, sehingga melemahkan salah satu sumber utama permintaan perak.