Data terbaru dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) menunjukkan sentimen spekulatif terhadap poundsterling (GBP) semakin negatif. Per 6 Maret 2026, posisi spekulatif bersih GBP tercatat melemah menjadi -72,7 ribu kontrak, dibandingkan posisi sebelumnya di -57,1 ribu kontrak.
Pelebaran posisi neto negatif ini mengindikasikan peningkatan tekanan jual terhadap mata uang Inggris di kalangan spekulan pasar berjangka. Dibandingkan periode sebelumnya, penambahan lebih dari 15 ribu kontrak pada sisi net short mencerminkan berkurangnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek sterling dalam jangka pendek.
Pergerakan ini menempatkan pound dalam posisi yang lebih rentan terhadap sentimen negatif global maupun faktor domestik Inggris, karena struktur posisi spekulatif yang semakin condong ke sisi jual dapat mempercepat volatilitas bila terjadi perubahan tajam dalam ekspektasi pasar.