Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak di kisaran 4,14% pada hari Rabu setelah mengalami fluktuasi tajam di awal pekan, seiring investor menunggu rilis data inflasi utama AS yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dinamika harga terbaru, meskipun data tersebut diperkirakan belum mencerminkan dampak perang di Iran. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Timur Tengah di tengah sinyal yang beragam dari pemerintahan Trump. Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik tersebut bisa segera berakhir karena tekanan pasar yang meningkat, sementara pejabat tinggi menyatakan bahwa operasi militer justru semakin intensif dan pembicaraan diplomatik yang berarti masih kecil kemungkinannya. Garda Revolusi Iran menepis pernyataan Trump dan menegaskan bahwa blokade akan terus berlanjut hingga serangan AS dan Israel dihentikan. Pada saat yang sama, harga minyak memperpanjang penurunan setelah muncul laporan bahwa IEA telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk membantu menstabilkan pasar energi global.