Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun bergerak di sekitar 2,18% pada hari Rabu seiring para investor memantau perkembangan di Timur Tengah dan berlanjutnya volatilitas di pasar minyak. Pemerintahan Trump mengirim sinyal yang saling bertentangan terkait konflik dengan Iran: Presiden Donald Trump menyatakan perang tersebut bisa segera berakhir di tengah meningkatnya tekanan pasar, sementara pejabat senior justru memberi isyarat bahwa operasi militer kian meningkat dan negosiasi diplomatik tetap kecil kemungkinannya.
Pada saat yang sama, harga minyak memperpanjang penurunannya setelah muncul laporan bahwa IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk membantu menstabilkan pasar. Jepang, yang sangat rentan terhadap guncangan harga minyak karena ketergantungannya yang besar pada impor energi dari Timur Tengah, telah menyatakan siap menggunakan cadangan daruratnya untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.
Secara terpisah, lelang obligasi pemerintah Jepang bertenor lima tahun menarik minat yang lebih kuat dibandingkan rata-rata 12 bulan terakhir, menegaskan semakin memudarnya ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan.