Saham-saham AS melemah ke level terendah sejak November pada hari Kamis karena lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap stagflasi global. S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq 100 masing-masing turun hampir 1%.
Keputusan International Energy Agency untuk melepas 400 juta barel minyak dari cadangan strategis hanya sedikit meredam reli tajam berikutnya pada harga minyak mentah dan produk olahan. Meningkatnya serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council, ditambah keengganan yang makin besar dari operator kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz, semakin menekan pasokan dan mendorong harga naik.
Imbal hasil US Treasury terus meningkat di seluruh tenor sepanjang pekan ini, mencerminkan dampak dari biaya energi yang lebih tinggi dan klaim tunjangan pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan. Kenaikan biaya pinjaman yang terjadi memberikan tekanan khususnya pada perusahaan-perusahaan yang sensitif terhadap kredit.
Saham sektor keuangan menghadapi tekanan tambahan setelah Morgan Stanley dan Cliffwater menjadi perusahaan terbaru yang membatasi penarikan dari private credit funds, memicu kekhawatiran atas kualitas pinjaman yang mendasarinya. Saham Morgan Stanley turun 4%, sementara Goldman Sachs dan Blue Owl masing-masing melemah sekitar 3%. Saham Adobe diperdagangkan relatif stagnan menjelang rilis laporan keuangannya.