Kontrak berjangka minyak pemanas melonjak lebih dari 7% hingga menembus $3,96 per galon, level tertinggi sejak Juni 2022, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa pasokan produk olahan dari Teluk Persia bisa tetap terganggu dalam jangka waktu yang panjang. Dalam pernyataan publik pertamanya, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup, memperkuat ekspektasi gangguan pasokan berkepanjangan setelah beberapa kapal tanker terkena proyektil pada malam sebelumnya.
Pernyataan menantangnya muncul di tengah eskalasi pertukaran serangan antara Iran dan para rival regionalnya. Kapal tanker tidak dapat memuat kargo sejak konflik dimulai, yang pada praktiknya membuat sekitar 20% perdagangan global melalui jalur laut terhenti dan memaksa produsen mengurangi output karena fasilitas penyimpanan telah mencapai kapasitas. Menurut International Energy Agency, gangguan ini adalah yang terbesar yang pernah tercatat dan telah memicu pelepasan bersejarah sebesar 400 juta barel dari cadangan strategis. Meski demikian, para pelaku pasar meragukan bahwa volume darurat tersebut akan cukup untuk mengimbangi kekurangan pasokan harian yang sangat besar.