Imbal hasil obligasi US 10-year Treasury naik menjadi 4,24% pada hari Kamis, melanjutkan kenaikan dua sesi sebelumnya yang sudah menambah sekitar 13 basis poin pada tingkat acuan tersebut, seiring memanasnya ketegangan geopolitik dengan Iran. Pemimpin tertinggi baru Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup, menegaskan bahwa perang akan berlanjut “karena kebutuhan” dan bahwa pembukaan front tambahan sedang dipertimbangkan.
Pada saat yang sama, lonjakan harga minyak yang masih berlanjut memperkuat ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Imbal hasil Treasury juga menghadapi tekanan naik karena meningkatnya kekhawatiran atas prospek fiskal AS, khususnya terkait dengan kenaikan belanja pertahanan.
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan federal funds rate pada pertemuan minggu depan, dengan perhatian pasar tertuju pada pembaruan dot plot dan proyeksi pembuat kebijakan untuk sisa tahun ini. Harga di pasar futures saat ini mengindikasikan ekspektasi hanya satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang paling mungkin terjadi pada bulan September.