Pada 12 Maret 2026, National Bank of Angola mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di level 17,5%, menghentikan siklus pelonggaran setelah tiga kali penurunan berturut-turut. Kebijakan jeda ini mencerminkan latar belakang inflasi yang melandai sekaligus fokus untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Inflasi tahunan berada dalam tren menurun sejak mencapai puncak 31,1% pada Juli 2024. Inflasi headline mereda menjadi 13,35% pada Februari, level terendah sejak Juli 2023, turun dari 14,56% pada Januari, didukung oleh nilai tukar kwanza yang stabil.
Pertumbuhan ekonomi juga menguat. PDB Angola tumbuh 5,7% pada kuartal keempat 2025, laju tercepat sejak kuartal kedua 2023 dan percepatan tajam dibandingkan pertumbuhan 2,6% yang tercatat pada kuartal sebelumnya.