Real Brasil melemah menuju 5,22 per dolar AS pada hari Kamis seiring guncangan energi yang meningkat dan retorika garis keras dari Teheran kembali memicu permintaan aset safe haven terhadap greenback. Pergerakan ini menandai koreksi dari level tertinggi baru-baru ini setelah Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup, yang memicu repricing tajam atas risiko inflasi global dan menekan aset-aset pasar berkembang. Meskipun harga minyak mentah mendekati $100 per barel biasanya mendukung pendapatan fiskal Brasil, investor kini semakin fokus pada risiko inflasi impor. Laju inflasi tahunan IPCA Brasil melambat menjadi 3,81% pada bulan Februari, yang pada awalnya memicu ekspektasi pelonggaran moneter yang lebih agresif. Namun, BCB kini diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih berhati-hati dalam pertemuan 18 Maret, dengan pelaku pasar mengurangi taruhan pada pemangkasan 50 basis poin dan lebih mengantisipasi penurunan yang lebih kecil, yakni 25 basis poin pada suku bunga Selic menjadi 15%, dengan tujuan mempertahankan keunggulan imbal hasil mata uang tersebut di tengah ekspektasi bahwa suku bunga global akan bertahan lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.