Saham-saham Eropa ditutup turun tajam untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Kamis, tertekan oleh aksi jual besar lainnya pada obligasi pemerintah dan lonjakan baru harga energi yang semakin memperdalam kekhawatiran mengenai stagflasi dan penurunan margin. STOXX 50 Zona Euro turun 0,9% ke 5.744, sementara indeks pan-Eropa STOXX 600 melemah 0,7% dan ditutup pada level 599.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa negara tersebut siap menutup Selat Hormuz dan mengambil sikap menantang yang mencerminkan retorika AS yang semakin konfrontatif. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa aliran energi vital dari kawasan itu dapat tetap terganggu dalam jangka waktu yang panjang.
Imbal hasil obligasi pemerintah melonjak seiring ekspektasi bahwa European Central Bank akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga melemahkan saham-saham perbankan yang sudah lebih dulu menghadapi tekanan pada pendapatan bunga bersih. UniCredit dan BNP Paribas masing-masing turun mendekati 4%, sementara Deutsche Bank merosot 5,3% setelah memperingatkan bahwa bank tersebut menanggung eksposur kredit privat senilai $30 miliar, sebuah kelas aset yang tengah menghadapi meningkatnya permintaan penarikan dana. Di antara saham-saham industri, Safran dan Airbus masing-masing turun lebih dari 2%.