Indeks Ibovespa melemah 2,6% pada hari Kamis dan ditutup di 179.284 poin, seiring memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak kembali menembus 100 dolar per barel. Investor menjauhi aset berisiko di tengah meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz dan gagalnya upaya IEA menstabilkan pasokan energi global.
Untuk meredam kenaikan biaya bahan bakar, pemerintah Brasil mengumumkan penghapusan pajak PIS dan Cofins atas diesel guna meringankan beban konsumen. Sentimen pasar tetap rapuh setelah inflasi konsumen bulan Februari keluar di atas ekspektasi, meningkatkan kekhawatiran mengenai tekanan harga yang persisten menjelang keputusan suku bunga yang akan datang.
Tekanan jual terjadi secara luas: sektor-sektor utama terkoreksi, dengan saham-saham perbankan turun lebih dari 2% dan emiten sektor industri seperti Embraer mencatat pelemahan hingga dua digit. Meskipun saham Petrobras membukukan kenaikan tipis, investor masih bergulat dengan potensi dampak ekonomi dari konflik yang dapat berlangsung lama, yang dikhawatirkan akan menekan pertumbuhan dan mendorong otoritas moneter bersikap lebih berhati-hati.