Indeks dolar bertahan di atas 99,5 pada hari Jumat dan berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, didukung oleh permintaan aset safe haven seiring konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Retorika keras dari para pemimpin di Teheran dan Washington menunjukkan bahwa perang yang melibatkan Iran masih jauh dari deeskalasi setelah hampir dua minggu pertempuran. Harga minyak juga melonjak setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz secara efektif sementara Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur minyak dan transportasi regional, yang memperkuat kekhawatiran inflasi. Meningkatnya risiko inflasi mendorong pasar untuk memundurkan ekspektasi waktu pemangkasan suku bunga The Federal Reserve berikutnya dari Juli ke September. Investor kini menanti indeks harga PCE bulan Januari—ukuran inflasi favorit The Fed—untuk mendapatkan wawasan baru mengenai dinamika harga, meski data tersebut belum akan mencerminkan dampak konflik Iran.