Futures minyak mentah WTI kembali menguat mendekati $95 per barel pada hari Selasa setelah turun lebih dari 5% pada sesi sebelumnya, seiring para investor terus menilai bagaimana konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi pasokan global. Harga minyak anjlok tajam pada hari Senin ketika kekhawatiran atas penutupan berkepanjangan Selat Hormuz mereda, menyusul laporan bahwa beberapa tanker telah berhasil melintasi koridor pelayaran utama tersebut selama akhir pekan. Perkembangan itu meningkatkan harapan bahwa jalur perairan tersebut dapat segera kembali dibuka sepenuhnya.
India tengah bernegosiasi untuk mendapatkan enam tanker minyak tambahan, sementara sejumlah negara dikabarkan melakukan pembicaraan tidak resmi dengan Iran untuk mengamankan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal mereka. Pada saat yang sama, Amerika Serikat tetap mengizinkan Iran mengekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz, dan Presiden AS Donald Trump telah menyerukan negara-negara lain untuk mendukung upaya melindungi arus lalu lintas komersial di kawasan tersebut. Saluran komunikasi langsung antara Washington dan Teheran juga dilaporkan telah diaktifkan.
Secara terpisah, AS bersiap melepaskan tranche pertama minyak mentah dari cadangan daruratnya, dan International Energy Agency menyatakan masih terdapat ruang tambahan untuk memanfaatkan stok global jika diperlukan.