Harga perak naik menembus level $81 per ounce pada hari Selasa, didukung oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury seiring penurunan harga minyak, yang membantu meredam kekhawatiran inflasi. Harga minyak mentah terkoreksi di awal pekan setelah beberapa kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington mengizinkan Iran untuk tetap mengekspor minyak mentah melalui selat tersebut, sementara Presiden Donald Trump tengah mencari dukungan internasional untuk melindungi arus lalu lintas komersial di kawasan tersebut. Pasar juga memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan pekan ini karena para pembuat kebijakan harus berhadapan dengan ketidakpastian terkait perang Iran. Kenaikan harga perak juga didukung oleh proyeksi defisit pasokan sebesar 67 juta ounce pada tahun 2026 dan permintaan industri yang tetap kuat, terutama dari sektor elektronik.