Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bergerak di sekitar 2,27% pada hari Selasa, setelah lelang JGB tenor 20 tahun yang kuat dan menegaskan tingginya permintaan investor meskipun kekhawatiran inflasi meningkat akibat kenaikan harga minyak. Sebagai perekonomian yang sangat bergantung pada impor energi, Jepang berada di bawah tekanan akibat lonjakan biaya minyak, yang telah meningkatkan risiko stagflasi.
Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa inflasi inti secara bertahap mendekati target 2% bank sentral. Meski demikian, BOJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuannya pekan ini, di tengah ketidakpastian yang tinggi mengenai bagaimana perang yang tengah berlangsung dan melibatkan Iran itu akan memengaruhi perekonomian domestik.
Sejauh ini, Jepang menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengerahkan kapal perang guna mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Namun demikian, sebagian pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa BOJ bisa saja memilih untuk menaikkan suku bunga sedini April.