Ekspor Jepang mengalami perlambatan signifikan pada Februari 2026, dengan pertumbuhan hanya mencapai 4,2% secara tahunan (year-over-year). Angka ini jauh di bawah capaian Januari 2026, ketika ekspor masih tumbuh kuat sebesar 16,8% YoY. Data resmi ini diperbarui pada 17 Maret 2026.
Menurut metodologi perbandingan tahunan, angka Februari 2026 mencerminkan perubahan nilai ekspor dibandingkan Februari tahun sebelumnya, sementara data Januari 2026 membandingkan kinerja dengan Januari tahun sebelumnya. Perubahan tajam dari 16,8% menjadi 4,2% mengindikasikan tekanan yang meningkat pada kinerja ekspor Jepang di awal tahun, meski laju pertumbuhan masih berada di area positif.
Perlambatan ini berpotensi menjadi perhatian bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan, mengingat ekspor merupakan salah satu pilar utama perekonomian Jepang. Investor dan analis kini akan menantikan data bulan-bulan berikutnya untuk melihat apakah pelemahan ini bersifat sementara atau menandai tren perlambatan yang lebih panjang dalam permintaan global terhadap barang-barang Jepang.