Kontrak berjangka bensin AS naik mendekati $3,20 per galon, level tertinggi sejak Juli 2022, didorong oleh permintaan musiman yang lebih kuat dan kenaikan harga minyak mentah di tengah berlanjutnya konflik Iran. Brent crude melonjak ke $108 setelah Iran melaporkan serangan terhadap beberapa infrastruktur energinya dan mengeluarkan ancaman pembalasan terhadap fasilitas minyak dan gas di negara-negara tetangga. Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam krisis yang telah mengganggu arus minyak global, dengan lalu lintas melalui Selat Hormuz—yang dilalui sekitar seperlima minyak dan LNG dunia—kini hampir sepenuhnya terhenti. Gangguan pasokan yang terjadi mendorong harga bensin eceran di AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun dan memperkuat kekhawatiran inflasi. Dinamika musiman turut menambah tekanan, karena meningkatnya perjalanan pada musim semi mendorong konsumsi dan kilang beralih memproduksi bensin kualitas musim panas yang lebih mahal. Dalam upaya meredakan tekanan pasokan, AS berencana melepaskan 172 juta barel dari cadangan strategisnya sebagai bagian dari inisiatif internasional yang lebih luas, meskipun harga yang terus tinggi berpotensi melemahkan kepercayaan konsumen dan membawa implikasi politik yang signifikan.