Saham Australia turun 27 poin, atau 0,3%, ke 8.498 pada awal perdagangan Jumat, memperpanjang pelemahan setelah pasar AS membukukan penurunan terdalam sejak dimulainya perang Iran. Aksi jual tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dan meningkatnya ketidakpastian seputar proses negosiasi.
Presiden Trump memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan atau menghadapi tekanan militer yang berkelanjutan, sambil menambahkan bahwa mengambil alih kendali atas minyak Iran tetap menjadi salah satu opsi. Pada saat yang sama, OECD menegaskan bahwa konflik tersebut akan menguji ketahanan ekonomi global, dengan menyoroti kerentanan Australia terhadap kenaikan suku bunga dan inflasi. Pejabat RBA juga menyuarakan kekhawatiran bahwa ketegangan yang berlarut-larut dapat mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi.
Kinerja sektor tercampur. Consumer durables, non-energy minerals, dan industrial services berkinerja buruk, sementara kenaikan di consumer non-durables dan energy minerals membantu membatasi penurunan pasar yang lebih luas. Sejumlah saham yang melemah pada awal sesi termasuk BHP Group (-0,7%), Northern Star Resources (-3,3%), Lynas Rare Earths (-3,2%), dan Evolution Mining (-2,7%).
Terlepas dari awal yang lemah, ASX masih berada di jalur mencatatkan kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu, ditopang oleh aktivitas bargain hunting, dan saat ini naik sekitar 0,8% secara mingguan.