Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,37% pada hari Jumat, level tertinggi sejak 1999, seiring guncangan inflasi yang didorong oleh kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga yang segera oleh Bank of Japan. Ekspektasi bernada hawkish tersebut semakin menguat karena depresiasi tajam yen, yang berada di bawah tekanan berkelanjutan akibat kenaikan biaya energi, mengingat ketergantungan besar Jepang pada impor minyak dari kawasan tersebut. Pekan lalu, BOJ mempertahankan suku bunga kebijakannya, namun tetap menjaga bias pengetatan, dengan Gubernur Ueda tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga sedini April. Analis kini memandang kenaikan 25 basis poin menjadi 1% sebagai skenario yang mungkin pada rapat kebijakan bank sentral tanggal 28 April. Harga minyak tetap tinggi di tengah sinyal yang beragam dari AS dan Iran terkait upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.