Kontrak berjangka Brent kembali menembus level di atas $108 per barel pada hari Jumat, menghapus pelemahan sebelumnya di tengah keraguan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat untuk mengakhiri perang. Laporan menyebutkan Pentagon sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 tambahan pasukan darat ke Timur Tengah, sementara Iran dikabarkan memobilisasi lebih dari 1 juta tentara sebagai respons.
Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump telah memperpanjang tenggat waktu untuk rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April guna memberikan lebih banyak waktu bagi perundingan, dengan mengatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran berjalan “sangat baik.” Ia juga mencatat bahwa Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz pekan ini sebagai isyarat itikad baik. Menteri Keuangan Scott Bessent menambahkan bahwa program asuransi untuk mendukung pengiriman melalui selat tersebut akan segera dimulai.
Harga Brent masih naik sekitar 50% sejak konflik dimulai, karena Teheran secara efektif telah menutup jalur sempit tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia.