Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun sekitar 6 basis poin menjadi 4,37% pada hari Senin, mundur dari level tertinggi yang terakhir terlihat pada Juli 2025 yang sempat disentuh pada hari Jumat. Pergerakan ini terjadi ketika para investor berfokus pada meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi serta prospek kebijakan moneter. Kenaikan harga minyak, yang naik ke level tertinggi sejak 2022, memperkuat kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat menekan aktivitas dan membatasi kemampuan Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga. Akibatnya, probabilitas implisit kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 turun menjadi sekitar 20%, dari sekitar 35% pada akhir pekan lalu. Pasar juga menantikan jadwal rilis data ekonomi yang padat, dengan publikasi penting seperti ISM Manufacturing PMI dan laporan ketenagakerjaan bulanan yang diharapkan memberikan wawasan tambahan mengenai kekuatan fundamental ekonomi AS.