Kontrak berjangka gas alam AS turun lebih dari 5% ke $2,866 per MMBtu, tertekan oleh prakiraan cuaca yang lebih hangat di wilayah timur Amerika Serikat yang menekan ekspektasi permintaan menjelang musim semi. Suhu kini diperkirakan akan berada di atas rata-rata musiman dari 30 Maret hingga awal April dan kembali pada pertengahan April, sehingga mengurangi kebutuhan pemanas dan memperkuat ekspektasi peningkatan persediaan.
Meskipun EIA melaporkan penarikan persediaan yang lebih besar dari biasanya pada minggu lalu, pelaku pasar secara umum memandangnya sebagai penarikan terakhir untuk musim dingin ini. Stok diperkirakan akan bergerak dari surplus kecil pada pertengahan Maret menjadi surplus yang jauh lebih besar pada pertengahan April.
Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah kemungkinan akan tercapai, tetapi ia memperingatkan potensi serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Meskipun demikian, harga gas alam AS tetap relatif stabil, ditopang oleh produksi domestik yang kuat, tingkat persediaan yang nyaman, dan keterpaparan jangka pendek yang terbatas terhadap pasar gas global.