Rasio lowongan kerja terhadap jumlah pelamar di Jepang mencatat kenaikan tipis pada Februari 2026. Data terbaru yang diperbarui pada 30 Maret 2026 menunjukkan rasio tersebut naik menjadi 1,19, dibandingkan dengan 1,18 pada Januari 2026. Angka ini berarti bahwa untuk setiap satu pencari kerja tersedia sekitar 1,19 lowongan pekerjaan.
Peningkatan dari 1,18 ke 1,19 mengindikasikan pasar tenaga kerja yang sedikit lebih ketat, dengan permintaan tenaga kerja yang masih melampaui pasokan pencari kerja. Meski perubahannya relatif kecil, pergerakan ini tetap menjadi sorotan pelaku pasar dan pengamat ekonomi yang memantau dinamika pasar kerja Jepang sebagai salah satu indikator kesehatan ekonomi secara keseluruhan.