Indeks Shanghai Composite turun 0,8% dan ditutup di level 3.892, sementara Shenzhen Component melemah 1,8% ke 13.478 pada hari Selasa. Kedua indeks acuan tersebut mencatat kinerja bulanan terburuk sejak Januari 2024, seiring konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang terus membebani sentimen investor.
Pada awal bulan, optimisme sempat menguat setelah data resmi menunjukkan PMI manufaktur China naik ke level tertinggi dalam satu tahun di 50,4, sementara PMI non-manufaktur naik tipis ke 50,1, mengindikasikan kembalinya ekspansi di kedua sektor tersebut. Namun, selera risiko memudar setelah Presiden Trump mengisyaratkan kemungkinan penghentian operasi AS terhadap Iran bahkan tanpa pembukaan kembali Selat Hormuz, dan Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker minyak Kuwait di dekat Dubai.
Saham energi berkinerja lebih baik secara bulanan. PetroChina melonjak 12,3%, menandai bulan terkuatnya sejak Oktober 2025, sementara CNOOC menguat 11,5% dan mencatat kinerja bulanan terbaik sejak Januari. Keduanya diuntungkan oleh prospek kenaikan harga minyak di tengah ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah.