Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik menembus $98 per barel pada hari Jumat setelah serangan Israel di Lebanon dan berlanjutnya penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketegangan dan mempersulit upaya diplomatik. Meski demikian, harga masih berada di jalur untuk membukukan penurunan mingguan lebih dari 10% setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi di Lebanon berada di luar cakupan gencatan senjata AS–Iran, meskipun Washington telah menjadwalkan pembicaraan pekan depan dengan Israel dan Lebanon yang bertujuan menyusun kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran terkait keputusannya memberlakukan biaya transit di Selat Hormuz, sambil mengkritik cara Teheran menangani pengiriman minyak. Jalur pelayaran vital tersebut tetap sebagian besar tertutup karena para pemilik kapal menunggu panduan yang lebih jelas mengenai akses. Di tempat lain, Saudi Arabia melaporkan bahwa kapasitas produksi minyaknya terpangkas sekitar 600.000 barel per hari setelah serangan terhadap infrastruktur energi, sementara sebuah pipa utama yang dimaksudkan untuk memintas Selat Hormuz juga turut terdampak.