Kontrak berjangka bensin melonjak lebih dari 4% pada hari Senin ke atas $3,10 per galon, menghapus kerugian minggu lalu, setelah AS mengumumkan rencana untuk memblokir Selat Hormuz di tengah mandeknya negosiasi dengan Tehran. US Central Command mengatakan akan mulai memberlakukan blokade maritim terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai 13 April. Langkah ini akan berlaku bagi kapal dari semua negara yang singgah di pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman, sementara transit melalui selat untuk tujuan non-Iran tidak akan terdampak. Pada saat yang sama, laporan menunjukkan bahwa Donald Trump mempertimbangkan kembali serangan udara ke Iran setelah sebelumnya menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Perkembangan ini kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, meningkatkan risiko gangguan pasokan global yang lebih parah dan menyuntikkan volatilitas baru ke pasar energi.