Kontrak berjangka gas alam AS naik ke $2,68 per MMBtu pada hari Senin namun tetap berada dekat level terendah dalam tujuh belas bulan, karena pasokan yang melimpah dan permintaan yang lesu terus menekan pasar. EIA melaporkan penambahan 50 Bcf ke dalam persediaan untuk pekan yang berakhir 3 April, melampaui ekspektasi konsensus sebesar injeksi 46 Bcf dan meningkat dari kenaikan 36 Bcf pada pekan sebelumnya. Pada saat yang sama, prakiraan cuaca yang relatif hangat di wilayah-wilayah utama AS menahan permintaan pemanas, sehingga perusahaan utilitas dapat menginjeksikan gas ke dalam penyimpanan dengan kecepatan di atas rata-rata yang kemungkinan akan berlanjut setidaknya beberapa minggu lagi.
Di sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pemblokiran Selat Hormuz menyusul pembicaraan yang gagal dengan Iran, sehingga memperbesar kekhawatiran akan potensi gangguan berkepanjangan terhadap arus energi global. Meski demikian, harga gas alam AS tetap relatif terlindungi dari risiko pasokan Timur Tengah, didukung oleh produksi domestik yang kuat, tingkat persediaan yang memadai, dan keterpaparan jangka pendek yang terbatas terhadap arus perdagangan internasional.