Pound sterling diperdagangkan pada level $1,341, sedikit melemah dari puncak satu bulan pekan lalu di $1,348, setelah pembicaraan AS–Iran runtuh pada akhir pekan. Kegagalan tersebut terjadi setelah Iran menolak untuk meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengecam apa yang digambarkannya sebagai tuntutan AS yang “berlebihan”. Seiring meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz, jalur transit minyak utama yang sangat krusial, sehingga mendorong harga minyak Brent naik hingga sekitar $102 per barel. Lonjakan harga minyak tersebut telah memperburuk krisis energi global, memicu kekhawatiran akan guncangan inflasi dan membuat pasar bersiap menghadapi sikap Bank of England yang lebih hawkish. Pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada akhir 2026.