Futures baja tulangan naik menembus CNY 3.080 per ton, mematahkan tren penurunan sebelumnya seiring pabrik baja China meningkatkan produksi. Penurunan tajam harga bahan baku telah memperbaiki margin keuntungan, sehingga mendorong peningkatan output besi cair.
Sentimen pasar juga terpengaruh oleh kekhawatiran pasokan global setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana memblokade Selat Hormuz dan dikabarkan mempertimbangkan kembali serangan terhadap Iran.
China mengekspor dalam jumlah besar berbagai produk baja ke Timur Tengah, termasuk hot-rolled coils, pipa, dan baja tulangan, dengan Saudi Arabia dan UAE sebagai beberapa tujuan ekspor utamanya. Meski demikian, industri baja domestik masih tertekan oleh pelemahan berkepanjangan di sektor properti dan aktivitas konstruksi yang lebih lemah, sementara para eksportir menghadapi tantangan yang meningkat akibat tindakan anti-dumping dan proteksionisme yang kian menguat di luar negeri.