Rand Afrika Selatan melemah mendekati 16,5 per USD, menyentuh level terendah baru dalam sepekan, seiring arus investor beralih ke dolar AS setelah kegagalan pembicaraan damai AS–Iran. Harga emas juga turun, menghilangkan salah satu penopang penting bagi mata uang tersebut. Pada saat yang sama, ancaman baru mengenai potensi blokade Selat Hormuz mendorong harga minyak naik, meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat di seluruh dunia.
Bagi Afrika Selatan, harga minyak yang lebih tinggi biasanya berarti biaya impor bahan bakar yang meningkat dan inflasi yang lebih persisten, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga domestik akan bertahan tinggi lebih lama. Rand menghadapi tekanan tambahan dari putaran baru ketegangan diplomatik, setelah muncul laporan bahwa AS menolak memberikan akreditasi kepada delegasi Afrika Selatan untuk pertemuan keuangan G20 di Washington yang dijadwalkan pada 13–18 April.