Penjualan ritel di Thailand naik 20,0% secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026, melambat tajam dibanding lonjakan 75,6% yang telah direvisi naik pada Januari. Meskipun melambat, ini merupakan bulan keenam berturut-turut terjadinya ekspansi.
Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya pertumbuhan di kategori toko ritel lainnya (43,0% vs 196,0% pada Januari), khususnya pada penjualan ritel barang baru di toko khusus (43,0% vs 201,0%). Pertumbuhan juga melunak pada barang non-durable (4,6% vs 5,6%) dan barang durable (2,5% vs 3,0%), yang mengindikasikan melemahnya permintaan baik untuk kebutuhan pokok maupun kategori barang non-esensial.
Sebaliknya, aktivitas menguat di department store, supermarket, dan toko serba ada, dengan pertumbuhan penjualan sebesar 4,5%, naik dari 2,3% pada bulan sebelumnya. Penjualan kendaraan bermotor dan bahan bakar otomotif juga menunjukkan sedikit perbaikan, meskipun masih berada di wilayah kontraksi (-3,4% vs -5,2%).
Secara bulanan (month-on-month), penjualan ritel turun 25,5% pada Februari, berbalik arah dari kenaikan 14,3% yang telah direvisi naik pada bulan sebelumnya.