Defisit perdagangan Makau melebar menjadi MOP 11,6 miliar pada Maret 2026, naik dari MOP 9,2 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan impor yang terus melampaui ekspor. Impor melonjak 26% secara tahunan menjadi MOP 13 miliar, didorong oleh peningkatan permintaan perhiasan emas (naik 36,6%), pakaian dan alas kaki (12,8%), bahan bakar dan pelumas (25%), serta telepon seluler (111,1%).
Berdasarkan negara asal, impor meningkat tajam dari China (76,8%), Hong Kong (86,2%), Italia (18,9%), Amerika Serikat (23%), dan Jepang (1,3%).
Ekspor juga naik, meningkat 24,2% menjadi MOP 1,4 miliar, didukung oleh kenaikan pengiriman mesin, peralatan dan suku cadang (naik 47,9%), berlian dan perhiasan berlian (94,8%), serta barang-barang perjalanan dan tas tangan (34%). Pertumbuhan ekspor menonjol ke China (64%), Hong Kong (22,4%), Italia (78,4%), Vietnam (565,8%), dan Singapura (67%).
Secara kumulatif pada kuartal pertama 2026, defisit perdagangan Makau melebar menjadi MOP 33,1 miliar dari MOP 26,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring ekspor yang naik 19,7% sementara impor meningkat 25,1%.