Data terbaru Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menunjukkan tekanan jual terhadap yen Jepang (JPY) terus menguat. Per 29 Mei 2026, posisi spekulatif net JPY tercatat turun lebih dalam menjadi -114,7 ribu kontrak, dibandingkan posisi sebelumnya di -93,9 ribu kontrak. Angka negatif yang kian besar ini mencerminkan bertambahnya posisi jual bersih (net short) JPY di kalangan spekulan.
Pelebaran posisi net short ini mengindikasikan sentimen pasar derivatif yang semakin bearish terhadap JPY. Peningkatan minat jual spekulatif dapat berimplikasi pada tekanan lanjutan terhadap nilai tukar yen di pasar valas, terutama jika tren ini berlanjut dan tidak diimbangi faktor fundamental yang mendukung penguatan mata uang Jepang.
Perubahan signifikan dari -93,9 ribu menjadi -114,7 ribu kontrak dalam periode terakhir memberi sinyal bahwa pelaku pasar agresif, seperti hedge fund dan trader spekulatif, semakin mempertaruhkan skenario pelemahan yen. Investor dan pelaku pasar valuta asing akan mencermati apakah dinamika ini akan berlanjut dalam laporan-laporan CFTC berikutnya.