Defisit perdagangan Georgia menyempit menjadi USD 894,9 juta pada Mei 2026, turun dari USD 906,4 juta pada Mei 2025. Ekspor naik 15,1% secara tahunan menjadi USD 667,8 juta, sementara impor meningkat 5,1% menjadi USD 1.562,6 juta.
Sepanjang periode Januari–Mei, ekspor tumbuh 19,8% menjadi USD 3.107,7 juta, didukung oleh penjualan yang kuat untuk produk minyak dan produk petroleum (naik 885,8%), bijih dan konsentrat tembaga (naik 206,5%), serta bijih dan konsentrat logam mulia (naik 87,2%). Di antara mitra dagang utama, ekspor ke China melonjak 145,7%, ke Armenia 28,8%, dan ke Turkey 65,6%.
Dalam periode lima bulan yang sama, impor turun 1,9% menjadi USD 7.331,9 juta, mencerminkan penurunan pembelian mobil penumpang (turun 20,2%) dan truk (turun 20,4%). Impor dari United States turun 33,9%, sementara dari Germany dan Japan masing-masing turun 8,8% dan 1%.
Alhasil, defisit perdagangan Georgia untuk periode Januari–Mei menyempit menjadi USD 4.224,2 juta, dari USD 4.875,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.