Imbal hasil obligasi pemerintah India tenor 10 tahun bergerak di kisaran 6,8%, stabil setelah sempat menyentuh level terendah tiga bulan, seiring investor menunggu hasil lelang obligasi senilai ₹320 miliar dan memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar memperkirakan imbal hasil akan bergerak dalam rentang sempit hingga hasil lelang memberikan arah yang lebih jelas.
Harga minyak mentah yang lebih rendah terus menekan imbal hasil, dengan Brent diperdagangkan di bawah $80 per barel di tengah ekspektasi peningkatan pasokan setelah dimulainya kembali lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz. Sentimen juga didukung oleh berlanjutnya permintaan asing terhadap surat utang India. Investor luar negeri telah membeli lebih dari $2,2 miliar obligasi domestik dalam 10 sesi perdagangan terakhir, setelah kebijakan Reserve Bank of India yang diumumkan pada 5 Juni untuk mendorong arus masuk dolar.
Pembelian asing baru-baru ini sangat terfokus pada obligasi pemerintah 6,68% jatuh tempo 2040 dan 7,24% jatuh tempo 2055, dengan instrumen yang terakhir tersebut termasuk dalam penjualan surat utang terbaru.