Emas turun ke $4.150 per ounce pada hari Jumat, level terendah sejak 11 Juni, dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, karena penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi atas pengetatan kebijakan moneter menekan permintaan. Dolar menguat ke level tertinggi satu tahun setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, tetapi mengisyaratkan sikap yang lebih hawkish. Sembilan dari 19 pembuat kebijakan The Fed kini memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, sementara pasar futures saat ini memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan pada bulan September.
Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama biasanya memberikan tekanan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas, sekaligus menopang dolar. Risiko geopolitik juga tetap menjadi perhatian setelah Swiss mengumumkan bahwa rencana pembicaraan AS–Iran yang ditujukan untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung pada hari Jumat. Menambah sentimen bearish, Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun menjadi $4.900 per ounce dari perkiraan sebelumnya $5.400.