Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun bertahan di atas 4,8%, memperpanjang kenaikan baru-baru ini dan berupaya bangkit dari level terendah dalam lima belas minggu, seiring kenaikan harga minyak global dan kehati-hatian menjelang rilis data domestik utama membentuk sentimen pasar. Pelaku pasar kini menyoroti data CPI bulan Mei dan angka pasar tenaga kerja, yang akan sangat menentukan keputusan kebijakan berikutnya dari Reserve Bank of Australia.
Setelah mempertahankan suku bunga acuan bulan ini, RBA menekankan bahwa langkah selanjutnya akan bergantung pada data yang masuk, sembari mengevaluasi dampak tertunda dari pengetatan sebelumnya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pelaku pasar kian meyakini bahwa siklus kenaikan suku bunga pada dasarnya telah berakhir, dengan kenaikan tambahan dinilai tidak mungkin terjadi kecuali jika inflasi kuartal kedua jauh di atas ekspektasi.
Di sisi eksternal, meningkatnya kembali risiko geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak. Ketidakpastian terkait diplomasi AS–Iran semakin memanas setelah Presiden Trump memperingatkan akan melakukan serangan baru apabila Hezbollah terus melancarkan serangan terhadap Israel, sementara Teheran merespons dengan mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak global yang penting.